1. Perkenalan

Pagi hari ini maudi terbangun cepat, entah sebab grogi karena hari pertama masuk SMA, atau memang tidurnya yang tak nyenyak karena tempat yang baru dan asing. Maudi bergegas mandi dan siap-siap untuk pergi sekolah. Karena ini hari pertama masuk ia tidak mau telat. 
Bude : Maudi.... Jangan lupa sarapan, suara tersebut terdengar dari dapur, yang merupakan suara budenya maudi yang menyuruh untuk sarapan.
Maudi : iya bude..(sesikit berteriak)
Maudi tergesa-gesa untuk sarapan dan pergi sekolah di antar oleh pakdenya.

Maudi merupakan seorang siswa baru di SMA unggul Model Bangsa, Jakarta. Maudi memiliki 4 Saudara, dan merupakan anak ke 2. Iya aslinya tinggal di bandung, namun karena perekonomian keluarganya yang tidak stabil saat itu, iya diajak pakde dan budenya pergi ke jakarta untuk melanjutkan sekolahnya, ya tentunya dengan biaya dari mereka. Karena tawaran tersebut baik menurut maudy, dia langsung mau, namun dia tidak tau bagaimana nnti kehidupannya di jakarta yang jauh dari kedua orang tuanya, kakak dan adik-adiknya.

Hari itu merupakan hari terakhirnya di rumah, yaitu pada tanggal 6 juni dia dijemput oleh pakde dan bude beserta anak anak mereka. Hatinya agak tidak enak, perasaannya campur aduk, sedih...takut...gelisah...dan sedikit grogi. Maudy merupakan seseorang yang sedikit pendiam dan introvet jika dengan orang baru, meskipun sandaranya... Ya, keluarga pakde dan budenya ini merupakan orang asing baginya, karena jarang sekali bertemu. Paling tidak mereka bertemu semua keluarga besarnya pada hari raya saja, dan ketika bertemupun terkadang hanya memberi sapaan dan berjabat tangan saja, tidak pernah mengobrol hal lain apalagi bermain bersama dengan anak anak pakdenya tersebut. Sehingga pada hari itu dia seperti baru bertemu dengan orang baru, dan menurutnya mereka sangatlah asing. Namun dalam hati maudy tetep teguh meyakinkan bahwa ia akan bisa melewati ini semua, dan lulus SMA dengan nilai yang bagus dan dapat melanjutkan keperguruan tinggi dengan beasiswa.

Hari pertama sekolah.
Pakde mengantar maudy hingga depan gerbang sekolah, maudy berpamitan dengan pakdenya dan bergegas masuk kedalam, terlihat sekolah yang begitu sepi, ternyata maudy terlalu cepat datang sehingga dia agak lumanyan lama menunggu sendiri barulah satu dua orang siswa lain berdatangan.
Maudy tidak mengenal seorangpun di sekolah itu, mana siswa baru mana kakak kelas dia tidak tau sama sekali..
Palingan dia dapat membedakannya dari seragam yang mereka kenakan, biasanya siswa baru dominan memakai yang baru baru, terutama seragam baru.

Ketika duduk sendirian ada seorang siswa menghampirinya. "Hai... Kamu siswa baru  ya?"
Maudy : iya... Kamu juga ya?, kenalin aku maudy, kamu...?
Arsyi : Kenalin juga aku arsyi..oya kamu bukan anak asli sini ya, kayak baru liat gitu..heheh
Maudy : iya arsyi, aku dari bandung (menjawab dengan singkat)
Arsyi : oooo kok jauh jauh sekolah kesini, emang disana gak ada sekolah bagus..ehhhh jangan salah paham dulu ya mod..bukan maksud nyinggung..
Maudy : ehhhh gak papa kok, santai aja...
Aku sekolah disini diajak bude sama pakde ku, rumah mereka sepi karena anaknya pada sekolah jauh jauh semua.
Arsyi : ooo gituuu
Obrolan antara maudy dan arsyi pun semakin terlihat akrab, sepertinya maudy baru saja menemukan teman barunya. Maudy merasa sedikit lega, ternyata semuanya tidak sesulit yang dia bayangkan. Teman teman di tempat sekolahnya baik baik dan ramah... Namun ada suatu masalah, ternyata di sekolahnya tersebut masih menerapkan sistem bullying antara kakak kelas kepada adek kelasnya yang menjadi siswa baru di situ, hal tersebut membuat maudi agak sedikit takut.
Setelah jam 08.00 suara bel berbunyi" kring kring kringgg..... Itu tanda bahwa gerbang masuk sekolah akan segera di tutup, dan yang terlambat akan dikenakan sanksi. Sanksi yang biasanya di terima untuk murid murid yang telat adalah membersihkan wc, halaman sekolah dan bahkan ada yang mendapat surat panggilan untuk orang tua/wali murid yang bersangkutan.
Ketika bel berbunyi, tiba tiba ada suara yang menyeru dengan tegas " Perhatian semuanya... Bagi siswa/siswi baru di harapkan semuanya berkumpul di lapangan sekolah" suara tersebut di ulanginya sampai tiga kali. Kamipun berlari segera kelapangan.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

2 Bulan dan 10 juta

Kata kata bijak tentang cinta pada Allah

Diari 3