Disini aku mau curhat tentang kehidupan aku yang banyak banget cobaannya. Kayaknya memang benar deh dalam hidup itu 80 persen kesedihan dan 20 Persen  kebahagiaan.

Dalam kehidupan aku yang tergolong ekonomi rendah aku ngerasanya kayak gitu sih. Gak tau gimana kalau dari sudut pandang orang yang serba berkecukupan. 

Pandangan hidup setiap orang memang beda beda, tergantung bagaimana dia menyikapi masalah yang datang dalam kehidupannya. Saat ini aku berfikir bahwa hidupku ini begitu sulit, ga ada yang lancar, ga ada yang berjalan sesuai keinginan ku. Aku ngak tau kenapa kayak sulit banget buat aku untuk ngejalani sesuatu. Contoh penelitian S1 aku sekarang yang kacau balau, aku kayak udh berusaha semaksimal mungkin gitu, effort yg aku keluarin udh besar banget, tapi ujung2 nya dapat hasil yg mengecewakan dan amburadul. Hasilnya nihil, bahkan dalam satu hari itu aku pernah ngerasain mental down. Karena aku pagi2 tu kayak semangat benget ke kampus gitu kan, dalam fikiran udh tertata rapi apa2 yang mau di kerjain, jalan kaki ke kampus tu ga gampang, apalagi bawa bekal, laptop, air minum segede gentong. Asli sih capek banget. 

Terus pas nyampe di kampus, buru2 pakai jas lab terus, ambil bahan2 dan alat2, tau2nya ada yang ga beres, bahan yg mau di pakek ternyata zonk alias terkontaminasi. Jadi ga bisa kerja deh, padahal itu masih jam 8 pagi, dan aku niatnya sampai sore di kampus. Tapi buat apaaaaa, belum jam 9 pun aku udh kehabisan kerja ngak tau mau ngapain.

Di saat itu aku ngerasain banget sih mental down, jatuhnya tu sakit banget, kecewa sama diri sendiri. Kok bisa sih se enggak beruntungnya gini, kok bisa sih se sial ini, kok gak bisa si kayak orang lain yang lancar2 aja, yang dia tu ga pakek nangis2 tengah malam tau2 dah sidang.

Cerita itu selalu aja ada dalam pikiran aku, kenapa orang lain mudah dan di aku susah. Tapi balik lagi sih, setiap orang punya jalan hidup yang beda beda, punya suka duka yang beda beda juga. Kita ga bakalan ngerti dan tau penderitaan orang lain kalau bukan kita yang berada dalam posisi tersebut.

Hari ini 6 juli 2023, Aku ngalamin hal yang sama seperti cerita di atas tadi, bahkan lebih parah. Aku berangkat pagi ke kampus, dan pulang sore ke kos tanpa proges apapun untuk penelitian. Sangking sedihnya terbayang bayang dalam fikiranku tentang bagaimana bunuh diri.

Ya Allah, aku tau itu salah dan memikirnya saja sudah salah. Tapi fikiran itu sempat juga terfikir oleh ku. Di malam hari ini aku baru sadar setelah mendapat pesan dari teman kampusku bahwa ada 2 orang kawan kami yang kecelakaan. Kawan kami ini salah satunya adalah orang yg sangat pintar, beruntung karena penelitiannya lancar2 sehingga dia akan segera semhas. Namun tiba tiba tadi sore dia kecelakaan. Peristiwa ini sangat menampar ku, aku tiba2 tersadar bahwa selama ini yang aku lakukan adalah kurang bersyukur. Setelah di fikir2 nikmat dan kebahagiaan yang di berikan untukku sangat lah banyak. Namun karena berpatokan pada kondisi ku saat penelitian ini aku jadi berprasangka buruk kepada Allah. Ya Allah ampuni hambaaa...

Padahal kawanku yg lancar2 dalam penelitian tadi bahkan sudah tidak mempunyai ibu...sungguh aku sangat sangat kurang bersyukur dan mengganggap bahwa rezeki hanya dalam bentuk materil.

Padahal aku di beri beasiswa kuliah di kampus usk pun adalalh anugrah yg besar, yang mungkin orang lain juga ingin tapi tidak atau belum terwujud.

Semoga kedepannya kadar syukur dalam hati dan hidup ku semakin besar ya Allah, ampuni hamba, kasihanilah hamba, dan tetapkan hamba dan keluarga hamba dalam rahmad dan hidayah Mu.

Aaamiin...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

2 Bulan dan 10 juta

Kata kata bijak tentang cinta pada Allah

Diari 3